Dinas Dukcapil Prov.Sulteng – Pelayanan Adminduk menjadi salah satu Kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Sulawesi Tengah dan menggelar jalan santai di Alun-Alun Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Morowali, Rabu (7/10/2026) pagi.
Dalam kegiatan tersebut Dinas Dukcapil Kabupaten Morowali melakukan Pelayanan Adminduk untuk Masyarakat dan ASN. kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Forum Dharma Wanita Persatuan se-Sulawesi Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Morowali. Jalan santai diikuti oleh jajaran DWP dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Acara jalan santai dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, S.E. Turut hadir yaitu Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua DWP Kabupaten Morowali, serta seluruh peserta Rapat Koordinasi Forum DWP se-Sulawesi Tengah.
Selain jalan santai, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Pelayanan Adminduk yang mendapat Apresiasi langsung oleh Ketua DWP Dinas Dukcapil Provinsi Sulawesi Tengah Distyawaty, SH.,MH, untuk melihat langsung proses pelayanan Adminduk.
Beragam layanan diberikan secara langsung di lokasi, di antaranya aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), perekaman KTP elektronik (KTP-el), penggantian KTP-el yang rusak atau hilang, serta penerbitan Kartu Keluarga (KK) dan akta pencatatan sipil.
“Dengan hadir langsung di tengah masyarakat seperti ini, kami ingin menghilangkan kesan bahwa mengurus dokumen kependudukan itu sulit atau harus selalu datang ke kantor. Kami membawa pelayanan langsung ke tempat yang ramai dikunjungi warga, seperti kegiatan Jalan Santai dan Senam DWP Se-Sulawesi Tengah,”.
Strategi jemput bola seperti ini sangat efektif menjangkau kelompok masyarakat yang kesulitan datang ke kantor karena jarak, kesibukan, atau keterbatasan lainnya.
Sejak pagi, masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan yang diawali dengan jalan santai dan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan mengurus dokumen kependudukan di stan layanan Disdukcapil. Banyak warga yang merasa terbantu karena layanan ini dianggap praktis dan efisien.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadirkan layanan publik yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan warga.






